istana langit

Langit adalah istana tanpa tiang. Langit-birunya keagungan, putihnya kebenaran, lapangnya kedamaian, teguhnya perlindungan. Berdiri tegak di bawahnya, merasakan kerapuhan dan kekerdilan diri. Kedamaian dan kejernihan adalah inspirasi bagi pengertian dan pemahaman. Mengikat hikmah dalam rangkaian kata tak terputus di istana langit.

Name: gita
Location: bandung, west java

Wednesday, August 25, 2004

Sekeping Hikmah (3)

"Janganlah kamu melihat kepada kecilnya kesalahan, tetapi lihatlah kepada Maha Besarnya Dzat yang kamu tentang"

by : Az Zahid , Bilal bin Sa'ad

Nasihat yang sangat indah dan menyegarkan. Yah, menyegarkan kembali paradigma ku tentang kesalahan. Jangan pernah menganggapnya remeh. Ingat pepatah, sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit.
Mudah sekali membuat pembenaran akan kesalahan yang kulakukan, semudah menaburkan tip-ex di atas tulisan salah yang kubuat. Namun, ternyata tak mudah melihat kebenaran, ketika pikiran telah dipenuhi pembiasaan-pembiasaan kesalahan.



***Bandung, ketika sebagian deadline terselesaikan ^_^***

Tuesday, August 24, 2004

Adalah Hidup

Hidup adalah kesempatan, gunakanlah.
Hidup adalah keindahan, kagumilah.
Hidup adalah mimpi, wujudkanlah.
Hidup adalah tantangan, hadapilah.
Hidup adalah kewajiban, penuhilah.
Hidup adalah pertandingan, jalanilah.
Hidup adalah mahal, jagalah.
Hidup adalah kekayaan, simpanlah.
Hidup adalah kasih, nikmatilah.
Hidup adalah janji, penuhilah.
Hidup adalah kesusahan, atasilah.
Hidup adalah nyanyian, nyanyikanlah.
Hidup adalah perjuangan, berjuanglah.
Hidup adalah tragedi, hadapilah.
Hidup adalah petualangan, lewatilah.
Hidup adalah terlalu berharga, rawatlah.
Hidup adalah anugerah, syukurilah itu.
Hidup adalah hadiah, berbagilah.
Hidup cuma sekali, manfaatkan itu.
Hidup laksana lilin, sekali dinyalakan dia akan menyala menuju padam.
Hidup bukanlah jam dinding, yang akan berputar kembali ke tempat yang sama.
Hidup itu sungai, kitalah airnya.
Hidup adalah kanvas, kitalah pelukisnya.

Hidup adalah hidup, berjuanglah untuk itu.

*yang sedang mengumpulkan definisi hidup

Bandung, di hari ke-24 bulan agustus

Sekeping Hikmah (2) - Tetap Beramal

'Pikiran tak dapat dibatasi, lisan tak dapat dibungkam, anggota tubuh tak dapat diam. Karena itu jika kamu tidak disibukan dengan hal-hal besar maka kamu akan disibukan dengan hal-hal kecil'

*Sepenggal nasihat dari syaikh Abdul Wahab Azzam*

Mungkin, sebagian besar waktuku kuhabiskan untuk melakukan hal-hal 'kecil' yang tidak bernilai di mataNya. Tanpa sadar. Kebiasaan karena dibiasakan. Bisa jadi, kuanggap itu kebaikan yang berpahala, padahal dia keburukan yang membawa dosa. 'Kebaikan' yang sia-sia.

Astaghfirullah ....


***Bandung, kala tiba masanya beranjak pulang, sore yang hangat***

Tuesday, August 17, 2004

Tentang Kebebasan

Hari ini negeriku sedang merayakan usia 'kebebasannya' yang ke limapuluhsembilan. Kata seorang teman, memang sebanyak itu saja kadar kebebasan kita, hanya 59%, belum 100%. Lihatlah anak bangsa ini di periode sebelum kemerdekaan yang dijajah oleh bangsa asing, dan kondisi saat ini lebih parah, bangsa ini juga dijajah oleh bangsa sendiri.

Merdeka adalah kebebasan
bebas seperti apa?
bebas hidup berdasarkan keinginan sendiri tanpa ikut aturan
hingga kehidupan sekarang jadi kebablasan

ah, sedih aku melihat nasib bangsa
terombang-ambing di antara negara-negara kaya penguasa
masih mending kalau mengadopsi teknologi dan pengetahuan mereka
ternyata hanya mencari dana dengan menambah hutang negara

kawan, hanya bersedih bukanlah solusi
mungkin belum terasa merdeka negeri ini
tetapi, merdekakan, bebaskan jiwa dan hati
biarkan ia hanya tunduk pada aturan Illahi
maka, akan kau temukan kebebasan sejati
lalu, kerahkan segenap potensi
berikan yang terbaik bagi negeri

"Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga kaum itulah yang berusaha mengubah keadaannya"

*bandung, di sebuah pagi bulan agustus

Monday, August 09, 2004

Kasih

Tuhanku
kasihMu adalah kesempurnaan
Rasulku
kasihmu adalah keteladanan
Ibuku
kasihmu adalah kerinduan
Ayahku
kasihmu adalah perlindungan
Adikku
kasihmu adalah perhatian
Sahabatku
kasihmu adalah kebersamaan

*ditulis saat sejuknya pendingin mengalir lembut, hmmm .... *

Sajak Pagi

Pagi segar tlah datang
Meresap hangat lelahpun hilang
menghimpun bara semangat berjuang
tasbih, tahmid, dan takbir mengiring

Beberapa hari ini pikiranku macet. But whatever happen, aku tetap ingin menulis, mengikat setiap lintasan pikiran, menggapai mimpiku, menjadi penulis ;).
Sajak ini tiba-tiba diilhamkan di otakku yang sempit ini pagi tadi. Tidak sengaja. Saat aku menarik napas dalam-dalam untuk mengisi sebagian rongga dadaku dengan gas tak terlihat di sekitarku, sambil menikmati kehijauan pepohonan di kiri kananku, baris-baris sajak di atas tiba-tiba melintas lembut. Hmm .... hatiku bersorak, girang karena akhirnya ada sesuatu yang bisa ditulis dan dikenang :D

*di beberapa hari yang cerah di bulan Agustus ^_^

Thursday, August 05, 2004

Berawal dari Persepsi

orang hidup dengan pikirannya masing-masing
pikiran itu menggerakkan persepsi
persepsi membuat kesimpulan
terlepas benar salahnya persepsi itu
orang hanya menilai berdasarkan persepsi yang dia temukan
jangan salahkan orang jika persepsinya salah
bisa jadi objek yang dipersepsinya memang tidak memunculkan kesan yang seharusnya
bukankah persepsi memandang penampakan?
niat di hati, siapa yang tahu

seperti orang bilang
ibadah itu jika niat benar, cara benar
lha wong cara nya masih salah
bagaimana mau dibilang ibadah walau niatnya benar
jangan sok suci dengan tidak mau disalahkan
wong yang benar-benar benar saja masih di salahkan
contohnya, nabi kita Rasulullah
coba, ma'shum kan beliau?
tapi tidak sedikit orang yang menghina bahkan menghujat beliau
salahkah beliau?
tidak tentu
wong tata bicara dan lakunya diatur Allah

ya itulah namanya dunia
dunia kan kata orang adalah kumpulan persepsi
tidak boleh memaksakan pendapat sendiri untuk menjadi benar
dari mana tahunya kalau pendapat kita paling benar?
dapat ilham dari langit?
ndak toh, ya udah, jangan ngeyel
teruslah mencari kebenaran
jangan merasa puas dengan apa yang sudah masuk otak saat ini
masih terbuka peluang pemahaman kita itu salah
sudahlah, teruslah belajar
biarlah Allah yang menilai
kalau kamu salah, yaa anggap aja itu pelajaran dari Yang Maha Tahu
jangan nyerah
kalau berani hidup, ya itu resikonya
wong ngga selamanya yang salah itu ngga berguna kok
masih ada gunanya toh?
lha iya, kalau ndak melakukan kesalahan, ya ndak belajar toh


*ditulis saat 'gundah-gulana' menghadapi program, sementara hidup harus tetap mengalir ^_^

bisikan hati hamba

Di tengah hiruk pikuk aku menyepi
Ditengah insan berlari sibuk mencari-cari janji illusi aku menyendiri

Disini aku bersembunyi dari mata zahir
dari ilmu yang dangkal yang tidak dapat terlepas tiang agama yang lima waktu

Disini lebih aman dari gua sepi
dimana bisikan hati terdengar lantang
mengganggu iman remaja
disini aku bersama kekasih
sedang insan mengejar impian
tanpa peduli aku yang sedang penuh cinta

Kehampaan ada lagi padaku
Kecemasan tampak dihatiku
Tapi aku sendiri tidak dapat menghilangkannya....
Kemana harus ku telusuri lagi perjalanan kasih-Nya....

Sudah lelah aku untuk bertemu
Walau memang itu yang tetap berlaku
Sudah lelah aku untuk berbasa-basi
Walau memang itu tidak pasti

Ingin ku kubur diri ini
Dengan luka yang ada dihati
Ku pendamkan kepalaku
Lalu ku tumpahkan bumi padaku....

Luka demi luka ku telusuri
Hati demi hati ku kasihi
Mata demi mata ku pahami
Tangan demi tangan ku genggami
Tapi sayang hanya ada aku sendiri........

Aku bermunajad lagi dikala manusia sedang bermimpi,
Ya Allah, semoga aku dapat menyiapkan diriku
dalam menghadapi segala kengerian dengan kalimah-Mu,
La illa ha'illa'Allah, Tiada yang kusembah melainkan Allah
setiap kesedihan dan kedukaan yang kau tetapkan
aku hanyalah hamba-Mu,
terima kasih atas setiap nikmat-Mu dibumi ini
"Alhamdulillah" segala puji bagi-Mu,

Dan aku ridha..
setiap kelapangan dan dugaan Asy Syukru Lillah
bersyukur aku kepada-Mu,
pada setiap hal yang mengherankan, hanya engkau yang maha mengetahui
lebih daripada setiap pengetahuan kami,
Subhaanallah,
Maha suci Engkau ya Allah,
Setiap satu dosa yang telah aku lakukan,
ampuni hamba-Mu ini,
Astaghfirullah
Aku mohon keampunan-Mu,
terlalu berat untuk aku mendongak ke langit
terlalu aib segala tingkah laku manusia-Mu ini
Astaghfirullah, ampunilah kami..

Dan aku masih ridha..
setiap musibah yang datang ini,
Innaa Lillaahi Wa Innaa illaihi Raa Jiuun,'
segala yang datang daripada-Mu dan kepada-Mu jualah ia kembali,

Aesungguhnya..setiap qada' dan qadar-Mu,
aku bertawakkaltu 'Alallaah, aku berpegang hanya pada-Mu,

Ampunilah dosa-dosa kami, perliharalah kami dari kemungkaran.

Setiap kesempitan yang kami lalui ini,
Hasbiyal Laah, cukup hanya-Mu tempat kami berpegang,
dan setiap waktu agar kami diberikan kelapangan dari-Mu,
untuk bertaubat dan taat, sebelum terlambat,
Laa haula walaa quwwata illa billahil Aliy-yil 'Azhiim,
sesungguhnya tiada daya dan kekuatanku melainkan dengan-Mu

*buat Mba Lia, makasih :)

Wednesday, August 04, 2004

kenapa harus berteriak?

Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab; "Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak." "Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi
marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."

Sang guru masih melanjutkan; "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka
nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang guru masih melanjutkan; "Ketika anda sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda."

sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

sekeping hikmah (1)

Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Sesungguhnya dunia bergerak membelakangi dan akhirat bergerak maju ke hadapan kita. Setiap satu diantara keduanya memiliki generasi. Maka jadilah kamu semua generasi-generasi akhirat dan jangan menjadi generasi dunia. Oleh karenanya, hari ini adalah waktu beramal bukan menghisab dan besok (di akhirat) adalah waktu menghisab bukan beramal.
(Ali Bin Abu Thalib ra.: Ibid, Ighatsatul Lahfaan)

*dikutip dari blog tetangga juga ;)

Bertanya pada diriku : Di generasi manakah kau tempatkan dirimu?

a Reflection

Tuhan, adakah yang lebih berarti dari sekedar uang?
bila ternyata uang itu dapat membuat orang kehilangan arah
lalu masih bergunakah akal sehat?
dan...bila dengan uang aku bisa beli sebentuk harga diri
tolong, berikan aku uang yang banyak saja
bila dengan uang juga aku bisa lebih bermartabat
berikan saja limpahan uang itu,
karena aku sudah lelah...
tak kunjung jua kutemui sebentuk harga diri ataupun sekedar martabat
dalam duniaku kini, tanpa uang

Agustus 04

sebentuk hati risau yang aku punya kini
tertatih-tatih mencoba kembali meraih harapan
supaya asa yang samar namun tetap bisa kuraih
menjelma menjadi nyata berbunga bahagia

ah, Tuhanku, jika saja aku bisa merubah harapan menjadi kenyataan
tentu, akan aku jadikan saja segalanya indah, damai, tenang
agar aku bisa tersenyum tanpa gundah
agar aku bisa melihat bocah kecil tetanggaku berlari riang kesekolah
dan tak lagi kutemui ia terpekur sedih didepan pintu
yang saat aku tanya kenapa
tiga bulan uang sekolah belum terbayar

Agustus 04

*dikutip dari blog tetangga ;)

Tuesday, August 03, 2004

membangunkan kesadaran

" Reguklah dzikir dan bebaskan diri dari angan-angan!
Jika kau tidak menempuh perjalanan ini wahai engkau yang menginginkan Tuhan,
inginkah kau kehilangan-Nya? "

by : Rumi

Sepenggal puisi Rumi mengingatkanku pada tujuan penciptaanku sbg manusia. Bukan untuk mengejar kemuliaan, kedudukan, jabatan, maupun harta, tetapi untuk memperoleh kedudukan setinggi-tingginya di hadapanNya. Allah tidak melihat tubuh dan rupa, tetapi melihat hati kita. Jika hati tak diisi dengan mengingatNya, maka dia sudah kehilangan hakikat penciptaannya.

Sinclair Lewis's Advice

Sekelompok mahasiswa universitas minta dengan sangat kesediaan seorang novelis Sinclair Lewis untuk memberi ceramah kepada mereka.
Kepadanya dikatakan bahwa mereka semua ingin menjadi penulis.
Lewis mulai dengan bertanya, "Siapa diantara kalian yang sungguh ingin menjadi penulis?" Semua menunjukkan jari. "Kalau demikian, tidak ada perlunya saya berbicara. Nasihat saya kepada kelian adalah: pulang ke rumah dan menulis, menulis dan menulis ...."
Sambil berkata demikian, ia memasukkan kembali catatan-catatannya ke
dalam saku dan meninggalkan ruangan.

Pendidikan seharusnya bukan merupakan persiapan untuk hidup:
pendidikan harus menjadi hidup itu sendiri.

*dikutip dr milis airputih

Monday, August 02, 2004

semu

Haruskah memanipulasi diri?
Menjual kepalsuan demi sekeping pengakuan?
Biarkan aku menjadi apa adanya aku saat ini
Bukan hakmu untuk membuatku menyaru
Dunia bukan tempat menipu
Dengan menipu kau akan tertipu
Tak dapat melihat ke dalam dirimu sendiri
Siapa kau sebenarnya

mama

mamaku adalah wanita yang sederhana
sederhana dalam menyampaikan kasihnya
sederhana dalam tutur katanya
sederhana dalam marahnya
sederhana dalam nasihatnya
sederhana dalam sikapnya

mamaku adalah wanita yang luar biasa
luar biasa pengorbanannya
luar biasa ketabahannya
luar biasa ketangguhannya
luar biasa pengaruhnya
luar biasa ikhlasnya

meski waktu terus berjalan
dan usia terus merambat naik
kasihmu padaku tak pernah berakhir
meski kubalas dengan kekecewaan, kesedihan, kepedihan
perhatianmu padaku tak pernah usai

usia dewasaku kini menjelang
tahukah mama, jejakmu terpahat dalam kenanganku
teladanmu membingkai hidupku
didikanmu menuntunku melewati masa sulitku

ijinkan aku mencintaimu
sepenuh kemampuanku
sepanjang sisa hidupku
sebesar cintaku padamu
yang takkan pernah sepadan dengan cintamu

tujuan

Mengapa aku tertarik menitipkan tulisanku dalam blogspot ini?
First, aku sadar bahwa (kadang) pikiranku bergerak sedemikian cepatnya dan pergerakan itu menghasilkan hikmah yang seringkali terabaikan. Ingin kucatat aliran pikiran itu, walaupun hanya berupa lintasan, dan menyimpan segala kesan maupun hikmah darinya.
Second, aku ingin membuka kran di otakku. Membebaskan syaraf-syarafnya dari gumpalan kepicikan, kebodohan, egoisme, dan ketakutan. Membiasakan pikiranku untuk berpikir jernih dan memberikan nilai yang adil bagi kehidupanku.
And third, aku sadar bahwa aku masih perlu belajar banyak, tapi boleh kan aku berbagi ceritaku dengan Anda semua? Aku tak mungkin belajar sendiri tanpa masukan dan dorongan dari Anda.
Learning by doing, better than doing nothing =)