Maha Sempurna
Detik ini hari ini aku merasa berbeda dengan detik ini sehari lalu. Kenapa perubahan itu bisa terjadi? Atau memang seluruh manusia tidak pernah sama dari detik ke detik? Bukankah setiap harinya sel-sel manusia senantiasa ber-regenerasi, berganti-ganti memperbarui diri? Kalau emosi berwujud, tentunya dia berada di salah satu dari milyaran sel tubuh manusia, sehingga dia juga turut memperbarui diri, sehingga wajar pula jika emosi manusia dari hari ke hari bahkan detik ke detik senantiasa berubah.
Bagaimana emosi bisa ditransferkan dari sel lama ke sel baru? Sehingga manusia masih bisa merasakan emosinya sejam, sehari, bahkan beberapa tahun yang lalu. Mungkin ingatanlah yang melakukannya, menanamkan kembali emosi di kejadian yang telah lalu pada sel-sel baru, sehingga seolah-olah baru dirasakan kemaren atau satu jam yang lalu. Lalu, di manakah ingatan ini di simpan? Di dalam salah satu sel tubuh juga bukan? Berarti terjadi proses transfer yang luar biasa sehingga kesan terhadap peristiwa yang telah lampau tidak hilang bersamaan dengan berdegenerasinya sel-sel tubuh.
Benarlah ajakan Allah untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya pada diri kita sendiri, salah satu saja, apakah kita bisa menyangkal kesempurnaan-Nya? Tiap saatnya, di dalam tubuh ini berjalan mekanisme yang kompleks, sempurna, & sangat seimbang, yang kalau dibuat sebuah algoritma otomatisasinya, pasti akan memunculkan jutaan bahkan milyaran baris kode. Wuah, rumit juga....blom mengurusi pengecekan kasusnya yang mungkin ada banyaak sekali, blom kalau operating system nya beda-beda, blom kalau ada error-error ketika run, dsb, dsb, hehehe...programmer banget mikirnya.
Subhanallah.....memang Dia Maha Sempurna & Luar Biasa.

<< Home