<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358</id><updated>2009-02-21T01:35:39.781-08:00</updated><title type='text'>istana langit</title><subtitle type='html'>Langit adalah istana tanpa tiang. Langit-birunya keagungan, putihnya kebenaran, lapangnya kedamaian, teguhnya perlindungan. Berdiri tegak di bawahnya, merasakan kerapuhan dan kekerdilan diri. Kedamaian dan kejernihan adalah inspirasi bagi pengertian dan pemahaman. Mengikat hikmah dalam rangkaian kata tak terputus di istana langit.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://istana-langit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-113022985353462814</id><published>2005-10-25T01:24:00.000-07:00</published><updated>2005-10-25T01:44:13.586-07:00</updated><title type='text'>Tak Berbatas, Tak Berbalas</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayah : Banyak banget kiriman uangnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku : Ah, masa sih? Gpp, itung2 THR buat mama ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayah : Nanti uangmu habis ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku : Ah, enggak, masih ada kok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cut &lt;/span&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ayah-ibu susah sekali untuk merepotkan anaknya. Kirimanku yang ngga seberapa dianggap begitu besar oleh mereka. Masih juga mengkhawatirkan apakah aku masih punya simpanan uang atau tidak. Hehehe, padahal  rasanya tidak mungkin aku mengirimkan uang kalau membuatku jadi tidak bisa makan. Sebenarnya, buatku, tidak pernah ada istilah 'cukup besar' untuk membalas segala yang sudah mereka berikan padaku, biarpun aku bayar dengan penghasilan seumur hidup. Lagipula, mereka tentu tidak bersedia dibayar atas semua pemberian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sambungan &lt;/span&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayah : Mama langsung beli gip (hiasan sudut dinding) buat kamarmu ... langsung pesen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku : Wah, kan itu buat mama ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ayah : Ngga tau mamamu, semangat banget, biar bagus katanya ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku : oooo... ya udah, terserah aja lah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;skipped &lt;/span&gt;----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman itu buat mama, kenapa ujung-ujungnya untuk benerin kamarku? Aku hanya sedikit mengerti jalan pikiran orang tuaku. Selalu begitu, kepentingan anaknya berada pada prioritas tertinggi. Mungkin itu yang dinamakan cinta tak berbatas &amp;amp; tak berbalas ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, aku belajar satu hal lagi dari orang tuaku. Berkaca pada mereka, mudah-mudahan kelak bisa menjadi ibu yang disayangi sepenuh hati oleh putra-putrinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-113022985353462814?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/113022985353462814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/113022985353462814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/10/tak-berbatas-tak-berbalas.html' title='Tak Berbatas, Tak Berbalas'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112968472616791418</id><published>2005-10-18T18:11:00.000-07:00</published><updated>2005-10-18T18:18:46.173-07:00</updated><title type='text'>Jangan Marah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang laki-laki meminta nasihat kepada Rasulullah saw, Rasul 'hanya' bersabda 'Jangan marah'. Kemudian mengulanginya beberapa kali. (H.R Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, untuk  mendinginkan kemarahan, kata-kata 'jangan marah' itu memang butuh diulang berkali-kali kepada diri sendiri.&lt;br /&gt;Jangan marah. Emosi masih di level 10.&lt;br /&gt;Jangan marah. Emosi di level 9.&lt;br /&gt;Tarik nafas, hembuskan.  Emosi di level 7.&lt;br /&gt;Istighfar. Jangan marah. Emosi di level 2.&lt;br /&gt;Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astaghfirullah ... Pagi-pagi kok diawali dengan panas hati 8-|&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112968472616791418?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112968472616791418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112968472616791418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/10/jangan-marah.html' title='Jangan Marah'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112960257504013800</id><published>2005-10-17T19:25:00.000-07:00</published><updated>2005-10-17T19:29:35.050-07:00</updated><title type='text'>Jagalah Allah, maka .....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;..... engkau akan mendapati-Nya senantiasa bersamamu (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah rasanya jika Allah ada bersamaku? L&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ebih mudah jika dianalogikan ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- andaikan engkau bersama seseorang yang sangat kuat sehingga engkau senantiasa merasa aman dari gangguan siapapun, sekuat apapun&lt;br /&gt;- andaikan engkau bersama seseorang yang kaya raya sehingga segala yang engkau butuhkan ada padanya&lt;br /&gt;- andaikan engkau bersama seseorang yang sangat dermawan sehingga apapun permintaanmu padanya pasti diberikan&lt;br /&gt;- andaikan engkau bersama seseorang yang tahu segalanya sehingga engkau selalu merasa tenang dengan masa depanmu &amp; kesulitanmu&lt;br /&gt;- andaikan engkau bersama seseorang yang begitu menyayangimu sehingga engkau merasa seolah-olah tidak ada lagi yang disayanginya selain dirimu&lt;br /&gt;- andaikan engkau berjalan di kegelapan bersama seseorang yang membawa lentera, langkahmu akan lebih pasti karena jalanmu diteranginya&lt;br /&gt;- andaikan engkau bersama seorang bijak yang senantiasa mengingatkanmu jika engkau ambil jalan yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah lebih dan lebih baik dari itu semua .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nikmat-Nya yang mana lagi yang engkau dustakan .....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112960257504013800?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112960257504013800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112960257504013800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/10/jagalah-allah-maka.html' title='Jagalah Allah, maka .....'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112959904452316936</id><published>2005-10-17T18:21:00.000-07:00</published><updated>2005-10-17T18:30:44.576-07:00</updated><title type='text'>No Doubt</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Legaaa..... Plooong.... Alhamdulillah.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil pemikiran berhari-hari. Ditimbang-timbang. Hari ini diputuskan.&lt;br /&gt;Although, we'll never knew what's best for us, kita tetap harus berikhtiar secara maksimal dengan cara yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululullah saw bersabda bahwa seandainya seluruh umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat bagimu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat padamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;Maksudnya, kemantapan yang kurasakan sebelum membuat keputusan ini  pastilah atas izin-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barokallahu....semoga Allah memberkahi keputusanku :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112959904452316936?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112959904452316936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112959904452316936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/10/no-doubt.html' title='No Doubt'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112951920045314369</id><published>2005-10-16T20:17:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T20:20:00.466-07:00</updated><title type='text'>Persiapan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah melakukan hal besar tanpa persiapan matang! Konsep kasar atau global tidak cukup mampu untuk menangani hal-hal detil dan teknis di lapangan. Hal-hal detil yang walaupun terkesan memusingkan dan merumitkan diri sendiri, tetapi sangat terasa kegunaannya saat pelaksanaan. Tingkat kedetilan tergantung konteks &amp; kebutuhan kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren, aku diajak berpartisipasi di suatu acara Ramadhan di masjid tetangga, diminta jadi juri lomba ceritanya :D. Diundang Ahad pagi untuk acara jam 9. Jadilah aku datang dengan besar harapan bahwa persiapan panitia sudah matang sehingga aku tinggal menyediakan diri dan pikiran, siap untuk diberikan paparan teknis acara. Berhubung pekan sebelumnya aku juga diundang dalam acara sejenis dan peran sejenis (yang ini malah lebih mendadak lagi), tapi karena persiapan panitia yang relatif matang dan format acara yang tidak terlalu rumit, aku bisa menjalankan peranku dengan maksimal dan enjoy. Dan, aku juga berpikiran kalau kondisi serupa-lah yang akan kuhadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan pertama.&lt;br /&gt;Petunjuk teknis belum juga diberikan kepadaku bahkan hingga acara dibuka oleh ketua panitia. Aku sudah meminta. Jawaban yang aku tangkap dari panitia adalah 'juknis sedang dibuat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan kedua.&lt;br /&gt;Ketika aku tanyakan lagi ke panitia tentang teknis acara, panitia meminta tolong padaku untuk membantu menyelesaikan pembuatan soal untuk lomba kedua. Buat jam 10 (ketika itu sudah hampir jam 10). Loh???!!!  Ya sudahlah, aku segera bergegas menuju rumah panitia. Emergency ceritanya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan ketiga.&lt;br /&gt;Soal untuk lomba kedua masih belum jelas formatnya. Lombanya sih sudah jelas aturannya. Masalahnya, bagaimana menyajikan soal yang sesuai dengan format acara. Pusing deh :p. Akhirnya dengan penuh akal-akalan, persoalan format soal terpecahkan. Next step adalah menyelesaikannya secepat mungkin (bayangkan, acara jam 10 bikin soalnya jam 10 lebih :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan keempat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada yang memintaku jadi juri hapalan qur'an (asalnya aku diminta jadi juri cerdas cermat). Waaa! (yang bener aja). Berhubung salah satu juri aslinya belum datang, daripada kursi juri kosong, aku diminta duduk di situ ;)). Dengan petunjuk yang dipaparkan secara SKS (sistem kebut sesaat), aku akhirnya ditempatkan sebagai tim juri. Untung aja juri lainnya dah lebih fasih dariku, kan aku jadi lebih tenang gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan kelima.&lt;br /&gt;Soal lomba cerdas cermat, beres! Lomba hapalan, beres! Akhirnya saat untuk lomba cerdas cermat tiba. Format acara ternyata cukup rumit. Ada 3 tahap. Tahap pertama soal rebutan. Tahap kedua soal survey. Tahap ketiga soal setengah menit (satu grup diminta menjawab satu soal dalam setengah menit dengan jawaban sebanyak-banyaknya). Lalu, bla bla bla bla, petunjuk teknis diberikan padaku. Ok, aku siap tempur! :)&lt;br /&gt;Dan ternyataaa, ketika acara dimulai.....Hihihi.....Wes wes, pokoke heboh tenann. Peserta gelombang pertama sepertinya jadi kelinci percobaan ;)). Kekacauan di mana-mana &gt;:). Gelombang kedua, panitia mulai menguasai medan (maksudnya sudah lebih tahan menghadapi kekacauan2 yang mungkin terjadi, walaupun masih kacau sih). Gelombang ketiga, panitia sudah mulai menemukan iramanya, sudah bisa menghandle acara dengan lebih tenang. Alhamdulillah, akhirnya acara selesai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All out, acara kemaren benar-benar jadi lahan melatih emosi buatku. Alhamdulillah. Aku tidak merasa menyesal  sudah ikut bantu-bantu acara itu. Aku dapat kenalan baru, menyambung silahturahmi, tambah pengalaman jadi juri, mengenal karakter teman-temanku, belajar mengendalikan emosi, dan belajar berpikir &amp; bersikap tenang. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya satu hal : persiapan!&lt;br /&gt;Ini masukanku buat para panitia. Aku tidak menyalahkan siapapun, karena toh aku yakin para panitia sudah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi, sebaikan jika ingin mengadakan acara apapun, harus disesuaikan antara resource yang tersedia dengan  kebutuhan acara. Yaah, diatur-atur lah. Lebih baik membuat acara yang sederhana tapi menarik dengan persiapan matang, daripada membuat acara besar tapi menarik namun tanpa persiapan matang :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, selalu ada hikmah di setiap kejadian :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112951920045314369?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112951920045314369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112951920045314369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/10/persiapan_16.html' title='Persiapan'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112951422660047232</id><published>2005-10-16T18:12:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T18:57:06.653-07:00</updated><title type='text'>Persiapan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah melakukan hal besar tanpa persiapan matang! Konsep kasar atau global tidak cukup mampu untuk menangani hal-hal detil dan teknis di lapangan. Hal-hal detil yang walaupun terkesan memusingkan dan merumitkan diri sendiri, tetapi sangat terasa kegunaannya saat pelaksanaan. Tingkat kedetilan tergantung konteks &amp; kebutuhan kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren, aku diajak berpartisipasi di suatu acara Ramadhan di masjid tetangga, diminta jadi juri lomba ceritanya :D. Dapat undangan Ahad pagi, untuk acara jam 9. Jadilah aku datang dengan besar harapan bahwa persiapan panitia sudah matang sehingga aku tinggal menyediakan diri dan pikiran, siap untuk diberikan paparan teknis acara. Berhubung pekan sebelumnya aku juga diundang dalam acara sejenis dan peran sejenis (yang ini malah lebih mendadak lagi), tapi karena persiapan panitia yang relatif matang dan format acara yang tidak terlalu rumit, aku bisa menjalankan peranku dengan maksimal dan enjoy. Dan, aku juga berpikiran kalau kondisi serupa-lah yang akan kuhadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan pertama.&lt;br /&gt;Petunjuk teknis belum juga diberikan kepadaku bahkan hingga acara dibuka oleh ketua panitia. Aku sudah meminta. Jawaban yang aku tangkap dari panitia adalah 'juknis sedang dibuat'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan kedua.&lt;br /&gt;Ketika aku tanyakan lagi ke panitia tentang teknis acara, panitia meminta tolong padaku untuk membantu menyelesaikan pembuatan soal untuk lomba kedua. Buat jam 10 (ketika itu sudah hampir jam 10). Loh???!!!  Ya sudahlah, aku segera bergegas menuju rumah panitia. Emergency ceritanya :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan ketiga.&lt;br /&gt;Soal untuk lomba kedua masih belum jelas formatnya. Lombanya sih sudah jelas aturannya. Masalahnya, bagaimana menyajikan soal yang sesuai dengan format acara. Pusing deh :p. Akhirnya dengan penuh akal-akalan, persoalan format soal terpecahkan. Next step adalah menyelesaikannya secepat mungkin (bayangkan, acara jam 10 bikin soalnya baru mulai  jam 10 lebih :D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan keempat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada yang memintaku jadi juri hapalan qur'an (asalnya aku diminta jadi juri cerdas cermat). Waaa! (yang bener aja). Berhubung salah satu juri aslinya belum datang, daripada kursi juri kosong, aku diminta duduk di situ ;)). Dengan petunjuk yang dipaparkan secara SKS (sistem kebut sesaat), aku akhirnya ditempatkan sebagai tim juri. Untung aja juri lainnya dah lebih fasih dariku, kan aku jadi lebih tenang gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan kelima.&lt;br /&gt;Soal lomba cerdas cermat, beres! Lomba hapalan, beres! Akhirnya saat untuk lomba cerdas cermat tiba. Format acara ternyata cukup rumit. Ada 3 tahap. Tahap pertama soal rebutan. Tahap kedua soal survey. Tahap ketiga soal setengah menit (satu grup diminta menjawab satu soal dalam setengah menit dengan jawaban sebanyak-banyaknya). Lalu, bla bla bla bla, petunjuk teknis diberikan padaku. Ok, aku siap tempur! :)&lt;br /&gt;Dan ternyataaa, ketika acara dimulai.....Hihihi.....Wes wes, pokoke heboh tenann. Peserta gelombang pertama sepertinya jadi kelinci percobaan ;)). Kekacauan di mana-mana &gt;:). Gelombang kedua, panitia mulai menguasai medan (maksudnya sudah lebih tahan menghadapi kekacauan2 yang mungkin terjadi, walaupun masih kacau sih). Gelombang ketiga, panitia sudah mulai menemukan iramanya, sudah bisa menghandle acara dengan lebih tenang. Alhamdulillah, akhirnya acara selesai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All out, acara kemaren benar-benar jadi lahan melatih emosi buatku. Alhamdulillah. Aku tidak merasa rugi sudah ikut bantu-bantu acara itu. Aku dapat kenalan baru, menyambung silahturahmi, tambah pengalaman jadi juri, mengenal karakter teman-temanku, belajar mengendalikan emosi, dan belajar berpikir &amp; bersikap tenang. Alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya satu : persiapan!&lt;br /&gt;Ini masukanku buat para panitia. Aku tidak menyalahkan siapapun, karena toh aku yakin para panitia sudah berusaha semaksimal mungkin. Tetapi, sebaikan jika ingin mengadakan acara apapun, harus disesuaikan antara resource yang tersedia dengan  kebutuhan acara. Yaah, diatur-atur lah. Lebih baik membuat acara yang sederhana tapi menarik dengan persiapan matang, daripada membuat acara besar tapi menarik namun tanpa persiapan matang :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For all my sisters &amp;amp; brothers, aku salut pada kalian. Teruslah berkarya bagi umat!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112951422660047232?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112951422660047232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112951422660047232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/10/persiapan.html' title='Persiapan'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112787136733159963</id><published>2005-09-27T18:30:00.000-07:00</published><updated>2005-09-27T18:36:07.356-07:00</updated><title type='text'>Pantaskah Berharap Surga?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt; Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat,  itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan". Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya.&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan  berkumandang,  segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas&lt;br /&gt; sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Qur'an sesempatnya, tanpa memahami arti dan maknanya, apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya. Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar, padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya. Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin. Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas. Yang begini ngaku beriman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah. Sesekali mereka terhenti, tak melanjutkan bacaannya ketika mencoba menggali makna terdalam dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya. Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata. Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah dengan pemahaman dan pengamalan&lt;br /&gt; tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekah jarang, begitu juga infak. Kalau pun ada, itu pun dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet. Syukur-syukur kalau ada receh.&lt;br /&gt;Berbuat baik terhadap sesama juga jarang, paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan.&lt;br /&gt;Sudah lah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, senyum. Apa sih susahnya senyum?&lt;br /&gt; Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui, senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan  perhatiannya, juga pembelaannya bukan semata miliki Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain. Juga bukan teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya. Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, bahkan kepada musuhnya sekali pun. Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh, berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ya tetangga sebelah kiri. Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh, tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari, kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan. Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri. Detik demi detik dada ini terus jengkel setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka atau mendapatkan bencana.&lt;br /&gt;Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini? Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya kepada orang-orang  beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak. Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula. Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu? Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah. Padahal mereka tak butuh apa pun selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan dengan segenap cinta. Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah.&lt;br /&gt; Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih. Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga. Bukankah Rasulullah yang tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu, bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah? Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup, kaki mulia  tempat bersimpuh, dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?&lt;br /&gt; Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu.&lt;br /&gt;Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka? Jangan tunggu penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Astaghfirullaah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sumber : Dari Seorang Sahabat dalam menyongsong Ramadhan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112787136733159963?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112787136733159963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112787136733159963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/09/pantaskah-berharap-surga.html' title='Pantaskah Berharap Surga?'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112778684587198342</id><published>2005-09-26T18:44:00.000-07:00</published><updated>2005-09-26T19:15:44.470-07:00</updated><title type='text'>Maha Sempurna</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Detik ini hari ini aku merasa berbeda dengan detik ini sehari lalu. Kenapa perubahan itu bisa terjadi? Atau memang seluruh manusia tidak pernah sama dari detik ke detik? Bukankah setiap harinya sel-sel manusia senantiasa ber-regenerasi, berganti-ganti memperbarui diri? Kalau emosi berwujud, tentunya dia berada di salah satu dari milyaran sel tubuh manusia, sehingga dia juga turut memperbarui diri, sehingga wajar pula jika emosi manusia dari hari ke hari bahkan detik ke detik senantiasa berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana emosi bisa ditransferkan dari sel lama ke sel baru? Sehingga manusia masih bisa merasakan emosinya sejam, sehari, bahkan beberapa tahun yang lalu. Mungkin ingatanlah yang melakukannya, menanamkan kembali emosi di kejadian yang telah lalu pada sel-sel baru, sehingga seolah-olah baru dirasakan kemaren atau satu jam yang lalu. Lalu, di manakah ingatan ini di simpan? Di dalam salah satu sel tubuh juga bukan? Berarti terjadi proses transfer yang luar biasa sehingga kesan terhadap peristiwa yang telah lampau tidak hilang bersamaan dengan berdegenerasinya sel-sel tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah ajakan Allah untuk memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya pada diri kita sendiri, salah satu saja, apakah kita bisa menyangkal kesempurnaan-Nya? Tiap saatnya, di dalam tubuh ini berjalan mekanisme yang kompleks, sempurna, &amp; sangat seimbang, yang kalau dibuat sebuah algoritma otomatisasinya, pasti akan memunculkan jutaan bahkan milyaran baris kode. Wuah, rumit juga....blom mengurusi pengecekan kasusnya yang mungkin ada banyaak sekali, blom kalau operating system nya beda-beda, blom kalau ada error-error ketika run, dsb, dsb, hehehe...programmer banget mikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanallah&lt;/span&gt;.....memang Dia Maha Sempurna &amp;amp; Luar Biasa.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112778684587198342?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112778684587198342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112778684587198342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/09/maha-sempurna_26.html' title='Maha Sempurna'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112769931345172815</id><published>2005-09-25T18:26:00.000-07:00</published><updated>2005-09-25T18:48:35.043-07:00</updated><title type='text'>Rokok &amp; Perokok</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini aku  melihat seorang sopir angkot yang berspekulasi dengan rezekinya. Hihihi....apaan tuh? Penumpang angkotnya hanya ada 3 orang, hari sepagi itu aku yakin  belum banyak pemasukan yang didapatnya. Tapi apa yang dia lakukan? Dia membeli sebatang rokok pada pedangan kaki lima di jalanan. Walaupun hanya seharga 500 rupiah, tetapi itu adalah uang yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bukankah menghemat pengeluaran dan hanya menyalurkannya pada hal-hal yang penting adalah salah satu cara menjemput rezeki? Apakah dia yakin bahwa dia akan mendapat pengganti 500 rupiah yang dia 'buang' dalam bentuk rokok? Yah, mungkin dia orang yang sangat tawakal sehingga dia benar-benar yakin bahwa Allah akan mengganti uang yg dia belanjakan itu, atau dia tidak bisa hidup tanpa rokok, wallahu'alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah rokok atau perokoknya yang kurasakan benar-benar mengesalkan. Di dalam islam diajarkan untuk tidak membenci pelakunya tetapi membenci perbuatannya. Tapi dalam hal yang satu ini aku sering sekali melanggarnya, aku membenci keduanya, rokok sekaligus pelakunya. Pasalnya, keduanya saling berkaitan. Rokok tanpa perokok tidak akan membuatkan kesal dan perokok bukanlah perokok tanpa rokok. Jadi, jika aku  melihat kedua hal itu bersamaan, yang terpikir di kepalaku adalah bagaimana menunjukkan aksi ketidak-sukaanku se-eksplisit mungkin. Apalagi ketika di angkot, di tempat se-sempit dan sepenuh itu, kalau ada seorang perokok yang merokok, sudahlah begitu dia duduk di tengah atau di pojok ruangan, sudahlah jendelanya susah dibuka, sudahlah dia dengan acuhnya mengebul sesuka hati, waah, aku dengan semangat 45 segera menunjukkan aksi protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah seorang muslim yang baik itu adalah jika orang lain selamat dari lisan dan tangannya. Seorang perokok yang merokok adalah seseorang yang membuat orang lain tidak aman dengan tangannya. Bukankah pihak pengebul dan penghisap asap rokok sama-sama dalam posisi membahayakan? Seorang perokok pasif juga akan terkena imbas dari asap rokok yang dihisapnya. Bagaimanapun, udara bergerak ke segala arah dalam bentuk partikel yang mungkin tidak terlihat, tapi ikut masuk ke saluran pernafasan. Nah, kalau sudah menimbulkan efekk-efek negatif, siapa yang akan merasakan akibatnya? Apakah perokok itu akan menanggung efek sampingnya? Tentu tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harusnya, pemerintah menerapkan kebijakan zona anti-rokok dan zona silahkan-merokok. Nah, paling tidak biarlah para perokok menikmati hasil perbuatan mereka sendiri, tanpa orang lain ikut terlibat ataupun merasakan efek samping perbuatan mereka. Bukankah ini lebih bijaksana? Daripada membiarkan para perokok itu  menzhalimi orang banyak dengan tingkah laku mereka. Tapi yah, aku boleh berharap, pemerintah jugalah yang memutuskan ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112769931345172815?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112769931345172815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112769931345172815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/09/rokok-perokok.html' title='Rokok &amp; Perokok'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112726628610463144</id><published>2005-09-20T18:01:00.000-07:00</published><updated>2005-09-20T18:31:26.143-07:00</updated><title type='text'>Mereka yang Tak Mau Dikasihani</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Salut! Luar biasa!&lt;br /&gt;Kekaguman itu yang muncul di benakku ketika melihat betapa gigihnya mereka berjuang. Mereka, orang-orang yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup tanpa meminta belas kasihan orang lain tetapi lebih memilih memanfaatkan potensi masing-masing secara maksimal. Aku iri dengan mereka. (Apa ini termasuk iri yang diperbolehkan? :D). Mereka mungkin orang-orang yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, atau bisa jadi orang-orang yang tidak tahu bahwa mencari nafkah adalah ibadah, atau mungkin orang-orang yang bekerja 'hanya' sekedar memenuhi kebutuhan hidup, siapapun mereka, banyak pelajaran berharga yang aku temukan pada sikap hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku justru tidak simpati dengan orang-orang yang kegemarannya menengadahkan tangan di perempatan-perempatan jalan, di lampu merah-lampu merah, di depan mall, di stasiun, di terminal, di emperan toko, dan di pinggir-pinggir jalan. Aku kasihan kepada mereka bukan karena mereka miskin, tapi lebih karena rasa putus asa yang mendera mereka. Bagaimana tidak? Bagi yang muda-muda, bukankah selalu ada jalan lain selain meminta-minta? Toh, kalau mereka mau dan bersemangat keras, insyaallah ada pekerjaan yang bisa mereka lakukan. Bagi yang tua-tua, bukan saatnya lagi bagi mereka untuk berjibaku di jalanan melawan kerasnya lalu lintas, mulai dari polusinya hingga kerawanannya. Kini masanya bagi mereka untuk mendidik putra-putri mereka, sambil mengisi hari tuanya dengan kegiatan yang lebih bernilai. Buat yang anak-anak, mereka harusnya bersekolah &amp; mendapat pendidikan yang benar. Mereka tidak seharusnya berada di jalanan, karena jalanan lebih banyak memberikan pengaruh buruk bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, mungkin pendapatku ini terlalu ideal. Bisa jadi para orang tua yang beredar di jalanan itu sedang mencari nafkah karena tidak mendapatkan kecukupan dari anak-anaknya. Bisa jadi para orang muda yang berkeliling jalanan itu sedang memenuhi hajat hidup keluarganya. Bisa jadi anak-anak itu sedang diperalat orang tuanya. Entahlah, banyak alasannya. Tetapi, kalau dibandingkan dengan ibu tua di televisi yang memenuhi hari-harinya dengan bekerja keras, mereka seharusnya malu &amp;amp; tidak punya alasan lagi untuk menjadi pengemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ya sudahlah, cara hidup mereka tidak bisa diubah dalam sekejab hanya dengan protes dariku ataupun dari nasehat seorang bijak. Perubahan itu butuh proses. Tapi siapakah yang berperan utama dalam merubah mereka agar menjadi generasi yang lebih baik? Pemerintah? Negara? Rakyat? Ormas? Partai? Atau siapa? Yang jelas, aku lihat jumlah mereka makin banyak saja, seiring dengan krisis yang tak kunjung henti. Aku juga harus ambil bagian, walaupun aku belum tahu bentuknya seperti apa. Mungkin salah satu caranya adalah dengan tidak memberikan recehan seperti keinginan mereka, tapi lebih memilih menyalurkannya melalui lembaga-lembaga yang amanah. Yah, walaupun konflik antara memberi atau tidak masih sering kurasakan, dan sering berakhir dengan pertimbangan 'aku lagi baik atau tidak', tetapi tetap kuusahakan konsisten untuk tidak memberikan mereka uang ;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112726628610463144?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112726628610463144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112726628610463144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/09/mereka-yang-tak-mau-dikasihani.html' title='Mereka yang Tak Mau Dikasihani'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112674817763849933</id><published>2005-09-14T18:26:00.000-07:00</published><updated>2005-09-14T18:36:17.646-07:00</updated><title type='text'>Kenangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pagi ini aku membuka-buka kembali album alumni es-em-u. Gara-garanya, ada teman yang tiba-tiba menanyakan seorang rekan yang entah mengapa namanya tiba-tiba raib dari ingatanku. Untungnya, orang yang dimaksud akhirnya kutemukan di buku itu. Anyway, aneka rasa (kok jadi mirip nama warung ya?) tiba-tiba menyerbuku bergantian ketika lembar demi lembarnya kusibakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Ketika melihat halaman guru-guru, ada rasa terima kasih yang menyeruak yang anehnya tidak kurasakan ketika aku masih bersama mereka. G&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;uru-guruku, orang-orang yang telah membagi sebagian ilmunya denganku. Walaupun aku membayarnya dalam bentuk SPP, namun jasa mereka bukanlah sesuatu yang dapat dinilai dengan uang. Entah beliau-beliau itu menyadari jasa mereka bagi murid-muridnya atau tidak, yang jelas merekalah para pahlawan tanpa tanda jasa yang sudah puas dengan gaji PNS nya, namun memberikan manfaat yang luar biasa besar bagi perbaikan generasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian, kelas demi kelas kulewati. Ada teman yang kukenal baik karena pernah satu kelas ataupun seringnya bertemu, ada teman yang sekedar tahu orangnya. Yah, itu cukuplah untuk membangkitkan lagi kisah-kisah jaman muda dulu :D. Entahlah, tidak ada kejadian yang kusesali. Semuanya benar-benar menghiburku. Mulai dari betapa seringnya aku melakukan tindakan tidak masuk akal sampai tindakan yang mendekati bahaya, yang tentu saja baru kusadari bahayanya saat ini. Mungkin aku seharusnya banyak-banyak beristighfar, tapi aku justru lebih sering tersenyum-senyum sendiri ketika mengingat-ingat kejadian-kejadian itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun, ada banyak pelajaran berharga yang bisa aku ambil. Hmmm....apa aja ya? Paling tidak, sekarang aku tahu mana yang boleh kulakukan dan mana yang harus kulewatkan. Bagaimanapun, selalu ada pelajaran di balik kejadian terburuk sekalipun, asalkan kita benar-benar mau mencarinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112674817763849933?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112674817763849933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112674817763849933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/09/kenangan.html' title='Kenangan'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112666266866734072</id><published>2005-09-14T08:55:00.000-07:00</published><updated>2005-09-13T18:51:08.686-07:00</updated><title type='text'>Jazz</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa jazz?&lt;br /&gt;Karena akhir-akhir ini hampir tiap hari, terutama pagi &amp; malam hari, radio kusetel di gelombang jazz, KLCBS maksudnya. Karena radio jazz tentu saja semua musik yang diputar bertema jazz, maka jadilah aku penggemar jazz dadakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mengapa aku jadi menyukai jazz?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 hal : aransemennya, efeknya buatku, dan liriknya.&lt;br /&gt;Pertama, aransemennya. Jazz dikenal kuat dalam hal ritmik dan improvisasinya. Kalau boleh aku bilang, jazz adalah musik yang cerdas. Untuk bisa menikmatinya dan tahan mendengarkannya dalam jangka waktu yang relatif lama dibutuhkan usaha yang hampir sama kerasnya dengan menikmati musik klasik (masih menurutku). Mungkin inilah yang membuat jumlah penikmat jazz lebih sedikit daripada penggemar pop, dangdut, rock, disko, dsb, hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, efeknya. Ada rasa santai &amp;amp; nyaman ketika mendengarkan irama jazz. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketukan iramanya benar-benar kurasakan mampu membuat otakku 'bergerak'. Aku menemukan resep baru ketika otakku terasa lambat berpikir, aku membuat irama ketukan sendiri (kadang-kadang dengan menggerak-gerakkan tangan dan kakiku). Nah, cara kedua adalah dengan mendengarkan ritmik jazz :  petikan gitarnya, tiupan saxophonenya, dinamisasi keyboardnya, tabuhan drum, tentu saja tidak mengikuti semua-muanya dalam satu periode, tetapi memilih salah satu yang cukup asik untuk diikuti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, liriknya. Hampir sebagian jazz yang aku dengarkan berjenis instrumentalia alias tidak mengandung lirik. Kalaupun ada liriknya, isinya juga sopan &amp; tidak merusak pikiran, hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk kesehatan (baik kesehatan jasmani maupun ruhani), hehehe....jadi, disamping rajin mendengarkan jazz dalam kadar yang wajar, kadang aku masih suka mendengarkan lagu-lagu islami atau murottal. Intinya sih tergantung kebutuhan saja. Jika  sedang bersemangat &amp; keimanan sedang bagus aku dengarkan nasyid. Kalau sedang ingin muroja'ah aku dengarkan murottal. Atau ketiga-tiganya kudengarkan bergantian kalau sedang ingin meng-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;counter &lt;/span&gt;pengaruh mp3 di luar mainstreamku yang diputar keras-keras oleh temanku (mekanisme pertahanan diri :D) ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112666266866734072?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112666266866734072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112666266866734072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/09/jazz.html' title='Jazz'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112607300130931978</id><published>2005-09-06T22:51:00.000-07:00</published><updated>2005-09-13T19:06:25.810-07:00</updated><title type='text'>Karunia Ilahi Dalam kehidupan Rumah Tangga</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Ketika melihat pasangan yang baru menikah, saya suka tersenyum. Bukan&lt;br /&gt;apa-apa, saya hanya ikut merasakan kebahagiaan yang berbinar spontan dari&lt;br /&gt;wajah-wajah syahdu mereka. Tangan yang saling berkaitan ketika&lt;br /&gt;berjalan,tatapan-tatapan penuh makna, bahkan sirat keengganan saat hendak&lt;br /&gt;berpisah. Seorang sahabat yang tadinya mahal tersenyum, setelah menikah&lt;br /&gt;senyumnya selalu saja mengembang. Ketika saya tanyakan mengapa, singkat dia&lt;br /&gt;berujar "Menikahlah! Nanti juga tahu sendiri". Aih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu sangat indah, kata Almarhum ayah saya dan hanya bisa dirasakan&lt;br /&gt;oleh yang sudah menjalaninya. Ketika sudah menikah, semuanya menjadi begitu&lt;br /&gt;jelas, alur ibadah suami dan istri. Beliau mengibaratkan ketika seseorang&lt;br /&gt;baru menikah dunia menjadi terang benderang, saat itu kicauan burung&lt;br /&gt;terdengar begitu merdu. Sepoi angin dimaknai begitu dalam, makanan yang&lt;br /&gt;terhidang selalu saja disantap lezat. Mendung di langit bukan masalah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah dunia milik mereka saja, mengapa? karena semuanya dinikmati berdua.&lt;br /&gt;Hidup seperti seolah baru dimulai, sejarah keluarga baru saja disusun. Namun&lt;br /&gt;sayang tambahnya, semua itu lambat laun menguap ke angkasamembumbung atau&lt;br /&gt;raib ditelan dalamnya bumi. Entahlah saat itu cinta mereka berpendar kemana.&lt;br /&gt;Seiring detik yang berloncatan, seolah cinta mereka juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak dari pasangan yang akhirnya tidak sampai ke tujuan, tak terhitung&lt;br /&gt;pasangan yang terburai kehilangan pegangan, selanjutnya perahu mereka karam&lt;br /&gt;sebelum sempat berlabuh di tepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah menjalinkan perasaan cinta diantara suami istri, sungguh itu&lt;br /&gt;adalah anugerah bertubi yang harus disyukuri. Karena cinta istri kepada&lt;br /&gt;suami berbuah ketaatan untuk selalu menjaga kehormatan diri dan keluarga.&lt;br /&gt;Dan cinta suami kepada istri menetaskan keinginan melindungi dan&lt;br /&gt;membimbingnya sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutnya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi ingat, saat itu seorang istri memarahi suaminya habis-habisan,&lt;br /&gt;saya yang berada di sana merasa iba melihat sang suami yang terdiam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahalia baru saja pulang kantor, peluh masih membasah, kesegaran pada saat&lt;br /&gt;pergi sama sekali tidak nampak, kelelahan begitu lekat di wajah. Hanya&lt;br /&gt;karena masalah kecil, emosi istri meledak begitu hebat. Saya kira akan&lt;br /&gt;terjadi "perang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga bermaksud mengajak anak-anak main di belakang. Tapi ternyata di luar&lt;br /&gt;dugaan, suami malah mendaratkan sun sayang penuh mesra di kening sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya yang sedang berapi-api pun padam, senyum malu-malunya mengembang&lt;br /&gt;kemudian dan merdu suaranya bertutur "Maafkan Mama ya Pa..". Gegas ia raih&lt;br /&gt;tangan suami dan mendekatkannya juga ke kening, rutinitasnya setiap kali&lt;br /&gt;suaminya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh setelah kejadian itu, saya bertanya pada sang suami kenapa ia berbuat&lt;br /&gt;demikian. "Saya mencintainya, karena ia istri yang dianugerahkan Allah,&lt;br /&gt;karena ia ibu dari anak-anak. Yah karena saya mencintainya" demikian&lt;br /&gt;jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibn Qayyim Al-Jauziah seorang ulama besar, menyebutkan bahwa cinta mempunyai&lt;br /&gt;tanda-tanda. Pertama, ketika mereka saling mencintai maka sekali saja mereka&lt;br /&gt;tidak akan pernah saling mengkhianati, Mereka akan saling setia senantiasa,&lt;br /&gt;memberikan semua komitmen mereka. Kedua, ketika seseorang mencintai, maka&lt;br /&gt;dia akan mengutamakan yang dicintainya, seorang istri akan mengutamakan&lt;br /&gt;suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu saja akan mengutamakan istri&lt;br /&gt;dalam hal perlindungan dan nafkahnya. Mereka akan sama-sama saling&lt;br /&gt;mengutamakan, tidak ada yang merasa superior. Ketiga, ketika mereka saling&lt;br /&gt;mencintai maka sedetikpun mereka tidak akan mau berpisah, lubuk hatinya&lt;br /&gt;selalu saling terpaut. Meskipun secara fisik berjauhan, hati mereka seolah&lt;br /&gt;selalu tersambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada do'a istrinya agar suami selamat dalam perjalanan dan memperoleh sukses&lt;br /&gt;dalam pekerjaan. Ada tengadah jemari istri kepada Allah supaya suami selalu&lt;br /&gt;dalam perlindunganNya, tidak tergelincir. Juga ada ingatan suami yang sedang&lt;br /&gt;membanting tulang meraup nafkah halal kepada istri tercinta, sedang apakah&lt;br /&gt;gerangan Istrinya, lebih semangatlah ia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, ketika segala sesuatunya berjalan begitu rumit dalam sebuah rumah&lt;br /&gt;tangga, saat-saat cinta tidak lagi menggunung dan menghilang seiring&lt;br /&gt;persoalan yang datang silih berganti. Perkenankan saya mengingatkan lagi&lt;br /&gt;sebuah hadist nabi. Ada baiknya para istri dan suami menyelami bulir-bulir&lt;br /&gt;nasehat berharga dari Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu wasiat Rasulullah yang diucapkannya pada saat-saat terakhir&lt;br /&gt;kehidupannya dalam peristiwa haji wada': "Barang siapa - diantara para&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suami- bersabar atas perilaku buruk dari istrinya, maka Allah akan&lt;br /&gt;memberinya pahala seperti yang Allah berikan kepada Ayyub atas kesabarannya&lt;br /&gt;menanggung penderitaan. Dan barang siapa -diantara para istri- bersabar atas&lt;br /&gt;perilaku buruk suaminya, maka Allah akan memberinya pahala seperti yang&lt;br /&gt;Allah berikan kepada Asiah, istri fir'aun" (HR Nasa-iy dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada saudaraku yang baru saja menggenapkan setengah dien, Tak ada salahnya&lt;br /&gt;juga untuk saudaraku yang sudah lama mencicipi asam garamnya pernikahan,&lt;br /&gt;Patrikan firman Allah dalam ingatan : "...Mereka (para istri) adalah pakaian&lt;br /&gt;bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka..."&lt;br /&gt;(QS.Al-Baqarah:187)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Torehkan hadist ini dalam benak : "Sesungguhnya ketika seorang suami&lt;br /&gt;memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah&lt;br /&gt;memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh&lt;br /&gt;telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri&lt;br /&gt;itu dari sela jemarinya" (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi' dari&lt;br /&gt;Abu Sa'id Alkhudzri r.a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada sahabat yang baru saja membingkai sebuah keluarga, Kepada para&lt;br /&gt;pasutri yang usia rumah tangganya tidak lagi seumur jagung, Ingatlah ketika&lt;br /&gt;suami mengharapkan istri berperilaku seperti Khadijah istri Nabi, maka suami&lt;br /&gt;juga harus meniru perlakukan Nabi Muhammad kepada para Istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga sebaliknya. Perempuan yang paling mempesona adalah istri yang&lt;br /&gt;shalehah, istri yang ketika suami memandangnya pasti menyejukkan mata,&lt;br /&gt;ketika suaminya menuntunnya kepada kebaikan maka dengan sepenuh hati dia&lt;br /&gt;akan mentaatinya, jua tatkala suami pergi maka dia akan amanah menjaga harta&lt;br /&gt;dan kehormatannya. Istri yang tidak silau dengan gemerlap dunia melainkan&lt;br /&gt;istri yang selalu bergegas merengkuh setiap kemilau ridha suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki yang berpredikat lelaki terbaik adalah suami yang memuliakan&lt;br /&gt;istrinya. Suami yang selalu dan selalu mengukirkan senyuman di wajah&lt;br /&gt;istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami yang menjadi qawwam istrinya. Suami yang begitu tangguh mencarikan&lt;br /&gt;nafkah halal untuk keluarga. Suami yang tak lelah berlemah lembut&lt;br /&gt;mengingatkan kesalahan istrinya. Suami yang menjadi seorang nahkoda kapal&lt;br /&gt;keluarga, mengarungi samudera agar selamat menuju tepian hakiki "Surga". Dia&lt;br /&gt;memegang teguh firman Allah, "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah&lt;br /&gt;dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, semuanya mudah-mudahan tetap berjalan dengan semestinya. Semua&lt;br /&gt;berlaku sama seperti permulaan. Tidak kurang, tidak juga berlebihan. Meski&lt;br /&gt;riak-riak gelombang mengombang-ambing perahu yang sedang dikayuh, atau&lt;br /&gt;karang begitu gigih berdiri menghalangi biduk untuk sampai ketepian.&lt;br /&gt;Karakter suami istri demikian, Insya Allah dapat melaluinya dengan hasil&lt;br /&gt;baik. Sehingga setiap butir hari yang bergulir akan tetap indah, fajar di&lt;br /&gt;ufuk selalu saja tampak merekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya menghiasi masa dengan kesyukuran, keduanya berbahtera dengan bekal&lt;br /&gt;cinta. Sama seperti syair yang digaungkan Gibran, Bangun di fajar subuh&lt;br /&gt;dengan hati seringan awan. Mensyukuri hari baru penuh sinar kecintaan&lt;br /&gt;Istirahat di terik siang merenungkan puncak getaran cinta Pulang di kala&lt;br /&gt;senja dengan syukur penuh di rongga dada Kemudian terlena dengan doa bagi&lt;br /&gt;yang tercinta dalam sanubari. Dan sebuah nyanyian kesyukuran tersungging di&lt;br /&gt;bibir senyuman Semoga Allah selalu menghimpunkan kalian (yang saling&lt;br /&gt;mencintai karena Allah dalam ikatan halal pernikahan) dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah yang maha lembut melimpahkan kepada kalian bening&lt;br /&gt;saripati cinta, cinta yang menghangati nafas keluarga, cinta yang&lt;br /&gt;menyelamatkan. Semoga Allah memampukan kalian membingkai keluarga sakinah,&lt;br /&gt;mawaddah, warrahmah. Semoga Allah mematrikan helai keikhlasan di setiap&lt;br /&gt;gerak dalam keluarga. Jua Allah yang maha menetapkan, mengekalkan ikatan&lt;br /&gt;pernikahan tidak hanya di dunia yang serba fana tapi sampai ke sana, the&lt;br /&gt;real world "Akhirat". Mudah- mudahan kalian selamat mendayung sampai&lt;br /&gt;ketepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                                                                         &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;NB : di kopi-paste dr milis ;), siapa tau kepake :p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112607300130931978?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112607300130931978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112607300130931978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/09/karunia-ilahi-dalam-kehidupan-rumah.html' title='Karunia Ilahi Dalam kehidupan Rumah Tangga'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112606130889549392</id><published>2005-09-06T19:07:00.000-07:00</published><updated>2005-09-06T19:48:28.960-07:00</updated><title type='text'>Salah didikan?</title><content type='html'>Ketika mendengar kata 'belajar', yang terbayang olehku adalah sesuatu yang melelahkan, membosankan, berat, dan ujung-ujungnya adalah soal-soal yang kemudian harus dijawab yang belum tentu mudah dikerjakan. Seram sekali kesannya. Yah, begitulah yang kurasakan ketika es-de, es-em-pe, sampai es-em-a, bahkan ketika kuliah-pun aku sering merasakannya. Sepertinya, belajar adalah kewajiban yang sangat memberatkan. Aku toh saat itu tidak berpikir macam-macam, apalagi berpikir bahwa ada cara yang lebih baik untuk menikmati belajar (mungkin memang dasarnya kurang kreatif, tp bisa jadi kurang kreatif itu karena proses belajar yang salah, nah loh!). Yang aku tahu adalah ya memang seperti itulah yang namanya belajar, tidak lebih tidak kurang. Belajar adalah keterpaksaan. Akhirnya, jadilah aku seorang pembelajar SKS, sistem kebut semalam atau kebut sejam atau kebut secukupnya, yang penting soal-soal ujian bisa kujawab dengan tepat, plek sama persis dengan yang aku baca atau yang diajarkan. Anehnya, aku tidak merasa ada yang aneh dengan model belajar seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, belakangan ini aku baru menyadari bahwa ada metode belajar yang jauh lebih baik, lebih nyaman, dan lebih menyenangkan. Mungkin terlambat sekali, karena baru kutemukan setelah aku lulus kuliah (karena ketika kuliah pun sks masih suka kuterapkan). Mempelajari sesuatu yang baru akan menjadi menyenangkan ketika kita tahu bahwa ilmu itu kita butuhkan. Wah, jangan-jangan 144 SKS yang kuambil di masa kuliah dulu hanya sekedar untuk menikmati titel sarjana? Wah, jangan dong, ngga mau jadi sarjana imitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar, aku cuplikkan potongan artikel yang kutemukan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----begin----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert Einstein sudah memberikan warning akan bahayanya sistem&lt;br /&gt;pendidikan yang terlalu menjejalkan anak dengan banyak mata&lt;br /&gt;pelajaran, yang menurutnya dapat membuat anak berpikir dangkal,&lt;br /&gt;bukan seorang yang independent critical thinker (New York Times,&lt;br /&gt;October 5, 1952).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, "It is also vital to a valuable education that&lt;br /&gt;independent critical thinking be developed in the young human being,&lt;br /&gt;a development that is greatly jeopardized by overburdening him with&lt;br /&gt;too much and with too varied subject (point system). Overburdening&lt;br /&gt;necessarily leads to superficiality. Teaching should be such that&lt;br /&gt;what is offered is perceived as a valuable gift and not as a hard&lt;br /&gt;duty."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita melatih seseorang untuk mempunyai fisik kuat, baik dengan&lt;br /&gt;olahraga atau berjalan kaki, maka dengan kekuatan fisiknya ia akan&lt;br /&gt;fit bekerja di mana saja yang memerlukan kekuatan fisik. Begitu&lt;br /&gt;pula, apabila kita mempersiapkan seorang anak untuk dapat berpikir&lt;br /&gt;kritis, selalu ingin tahu, dan mampu mengolah informasi, maka ia&lt;br /&gt;akan berhasil dalam pekerjaan apa saja yang memerlukan orang&lt;br /&gt;berpikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----end-----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See, ternyata memang ada yang salah dengan cara belajarku, bahkan sampai sekarang. Belajar itu banyak caranya, tidak harus dengan cara menghapalkan text book yang berlembar-lembar atau menghapal rumus sampai pegal. Melihat daun yang jatuh di atas kepalaku, melihat langit biru di kejauhan, melihat anak kecil bermain, melihat teman dekatku berbicara, mendengar musik di kejauhan, mendengar suara hujan, bertengkar dengan adik, marah melihat ketidak-adilan terhadap umat Islam, dll, asal mampu mengambil pelajaran dari itu, itulah belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB : artikel is taken from Ratna Megawangi's opinion&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112606130889549392?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112606130889549392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112606130889549392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/09/salah-didikan.html' title='Salah didikan?'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112201443231336632</id><published>2005-07-21T23:22:00.000-07:00</published><updated>2005-07-21T23:40:32.323-07:00</updated><title type='text'>Ujian</title><content type='html'>"Manusia hidup di dunia ini tak terlepas dari ujian Allah SWT yang menciptakannya. Karakteristik ujian itu, kita diuji justru pada titik terlemah. Waktu atau kondisi kita lemah sebenarnya adalah saat-saat di mana kita membutuhkan atau mencintai sesuatu tetapi apa yang dibutuhkan atau dicintai itu sedang tidak dimiliki atau kurang dari yang dibutuhkan, sehingga kita tergerak untuk mengusahakannya. Pada saat itulah justru Allah menguji kita apakah kita percaya penuh dan berserah diri kepada-Nya atau melakukan sesuatu yang tidak diridhai-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****dikutip dr artikel eramuslim****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112201443231336632?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112201443231336632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112201443231336632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/07/ujian.html' title='Ujian'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112173840647935572</id><published>2005-07-19T20:57:00.000-07:00</published><updated>2005-07-18T19:00:06.490-07:00</updated><title type='text'>Bila Aku Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika aku jatuh cinta,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; cintakanlah aku pada seseorang yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;melabuhkan cintanya pada-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Muhaimin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika aku jatuh cinta,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; jagalah cintaku padanya&lt;br /&gt;agar tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;melebihi cintaku pada-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jika aku jatuh hati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; izinkanlah aku menyentuh hati seseorang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;yang hatinya tertaut pada-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Rabbana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jika aku jatuh hati,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; jagalah hatiku padanya agar tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;berpaling dari hati-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Rabbul Izzati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jika aku rindu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; rindukanlah aku pada seseorang yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;merindui syahid di jalan-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jika aku rindu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;merindukan syurga-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;di sepertiga malam terakhirmu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;menyeru manusia kepada-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dan rindu abadi hanya kepada-Mu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Ya Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kukuhkanlah Ya Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-style: italic;"&gt; (As-Syahid Syed Qutb)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112173840647935572?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112173840647935572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112173840647935572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/07/bila-aku-jatuh-cinta.html' title='Bila Aku Jatuh Cinta'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-112165488654387243</id><published>2005-07-18T09:42:00.000-07:00</published><updated>2005-07-17T19:48:06.550-07:00</updated><title type='text'>Sekeping Hikmah (4)</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekeping hikmah di pagi hari menyambutku .....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Athaillah Sakandari:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; “Janganlah kalian luput dari majelis hikmah meskipun dalam keadaan berbuat maksiat. Dan janganlah kamu mengatakan, apa sih faedahnya saya menghadiri majelis itu padahal saya belum mampu meninggalkan maksiat. Akan tetapi berprinsiplah sebagai seorang pemburu, bila hari ini tidak mendapatkan buruan tetaplah berburu dan yakinlah pasti esok akan mendapatkan hasil buruannya. Demikian juga dalam menghadiri majelis hikmah ini, apabila tidak dapat meninggalkan maksiat tetaplah menghadirinya niscaya esok kamu pasti akan mampu meninggalkannya”. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Malu yang dimiliki laki-laki itu baik tapi lebih baik lagi malu yang dimiliki perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Taubat yang dilakukan orang tua itu baik tapi lebih baik lagi taubat yang dilakukan anak muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Infaq yang dilakukan orang kaya itu baik tapi lebih baik lagi infaq yang dilakukan orang miskin &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Dosa yang dilakukan orang muda itu buruk tapi lebih buruk lagi dosa yang dilakukan orang tua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Sombongnya penguasa itu buruk tapi lebih buruk lagi sombongnya rakyat jelata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Orang bodoh yang berbicara keduniaan itu buruk tapi lebih buruk lagi yang dilakukan orang yang berilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-112165488654387243?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112165488654387243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/112165488654387243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/07/sekeping-hikmah-4.html' title='Sekeping Hikmah (4)'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-111958839264451176</id><published>2005-06-24T11:49:00.000-07:00</published><updated>2005-06-23T21:46:32.650-07:00</updated><title type='text'>Inikah rasanya jenuh?</title><content type='html'>Tanganku sudah pegal menggerak-gerakkan tetikus. Berkali-kali ganti page, mengetikkan url, melihat status teman-teman di yahoo, menggerak-gerakkan bola mata untuk mengikuti kata demi kata di sebuah artikel, mencari ide site lain untuk dibrowsing, aah....kok rasanya lelah sekali. Tangan ini rasanya ingin menuliskan sesuatu, seperti membuka penyumbat botol, agar semua ide yang sedang diolah oleh otakku bisa mengalir. Sumbat ini harus segera dibuka, kalau tidak sepertinya aku akan 'meledak'.  Dentuman demi dentuman ini hanya teredam ketika aku menenangkan hati. Sungguh benar bahwa ketenangan adalah sesuatu yang Allah turunkan pada hamba-Nya yang mengingat-Nya. Sambil menarik nafas panjang, aku diam sejenak, kemudian kukembalikan pikiranku pada apa yang semestinya kulakukan, bukan yg ingin kulakukan atau hanya sekedar ikut-ikutan atau terbawa suasana sekitar. Seumpama mobil, rodaku sering kali keluar track, berzig-zag melintasi pembatas jalan, karena sopirnya yang masih dalam taraf belajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-111958839264451176?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/111958839264451176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/111958839264451176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/06/inikah-rasanya-jenuh.html' title='Inikah rasanya jenuh?'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-111759191408415646</id><published>2005-06-01T09:15:00.000-07:00</published><updated>2005-05-31T19:11:54.090-07:00</updated><title type='text'>We'll never knew, untill we try</title><content type='html'>We'll never knew, untill we try. Tidak ada kata mundur sebelum mencoba. Ungkapan ini menyadarkanku untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang terbuka. Spekulasi baik buruk  yang melintas sering menyurutkan semangat. Satu hal yang selalu kupegang, jangan pernah melewatkan kesempatan untuk melakukan kebaikan atau melibatkan diri dalam aktivitas kebaikan, karena hikmah bisa datang kapan saja &amp;amp; di mana saja. Namun, tergantung juga pada kualitas kepekaan kita, sejauh mana kita mampu mengambil tetes-tetes hikmah dari segala bentuk kejadian yang kita lewati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-111759191408415646?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/111759191408415646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/111759191408415646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/06/well-never-knew-untill-we-try.html' title='We&apos;ll never knew, untill we try'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-110915386419421326</id><published>2005-02-23T00:56:00.000-08:00</published><updated>2005-02-23T02:17:44.196-08:00</updated><title type='text'>Bukan Mimpi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hidup adalah kenyataan, bukan mimpi. Kau tak dapat tidur dan bangun sesukamu, lantas melupakan segalanya. Hidup adalah rangkaian hari-hari. Ketika keindahan hari kau bangun, hidup menyimpannya dalam lembaran abadi. Saat kau kehilangan harapan, bukalah kembali lembaran-lembaran keindahan, nyalakan kembali cahaya harap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;***&lt;em&gt;tidak ada yang abadi dari diriku, perasaanku, khayalku, sungguh....&lt;/em&gt;***&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-110915386419421326?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110915386419421326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110915386419421326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/02/bukan-mimpi.html' title='Bukan Mimpi'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-110869145488051234</id><published>2005-02-17T17:28:00.000-08:00</published><updated>2005-02-17T17:50:54.883-08:00</updated><title type='text'>Deep</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rasa itu semakin menjadi-jadi. Percikan emosi yang ternyata semakin meninggi. Dia sendiri tidak dapat mendefinisikan penyebabnya. Mungkin karena ketidakpuasan pada dirinya. Apakah dia kurang bersyukur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pagi ini langkah kakinya terasa berat. Dia tersenyum, senyum yang dipaksakan, berharap agar mataharinya tetap bersinar hari ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Alunan murottal yang terdengar belum juga sanggup mengusir kejengahan yang bergelayut. Namun, dia tak mau terhanyut dalam aroma melankolis yang semakin melarut. Hadapi saja hari ini dengan hati berani. Dia ingat bahwa pertolongan Allah amatlah dekat bagi hamba-hambaNya yang yakin dan bertakwa. Sekarang tinggal satu hal, mencari jalan takwa itu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-110869145488051234?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110869145488051234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110869145488051234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/02/deep.html' title='Deep'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-110860758623278493</id><published>2005-02-16T18:02:00.000-08:00</published><updated>2005-02-16T18:33:06.383-08:00</updated><title type='text'>Ungkapan Sayang</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tiap orang punya cara yang berbeda untuk mengungkapkan rasa sayangnya. Salah seorang teman misalnya, mengungkapkan kecintaannya pada saudaranya dengan menyatakannya lewat kata-kata. Di ujung pembicaraannya, dia selalu menyelipkan kata-kata indah yang menenangkan hati lawan bicaranya. Ada juga seorang teman yang mengungkapkan rasa sayangnya dengan hadiah-hadiah tak terduga yang diberikan pada moment tertentu kepada saudaranya. Ada juga yang menyatakan perhatiannya pada orang lain dengan cara rajin meminta bantuannya. Semakin sayang dia pada seseorang, maka semakin sering dia meminta bantuan pada orang yang dia sayangi. Unik memang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku punya seorang teman yang seperti itu. Mungkin tidak tepat aku mengatakannya demikian, karena sangatlah penilaianku ini tentu bersifat subyektif. Namun, aku lebih senang menganggapnya benar. Menurutku, dimintai bantuan adalah suatu bentuk penyerahan kepercayaan kepada orang lain, sekaligus sebuah pernyataan bahwa kita dibutuhkan, sekaligus menyatakan bahwa dia menganggap kita dekat. Indah bukan. Daripada kita berpikir bahwa kita diperalat oleh seseorang hanya karena seseorang itu sering membuat kita kerepotan, lebih baik kita anggap hal itu sebagai ungkapan sayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hidup ini ditentukan oleh cara pandang kita. Menjalani hidup bagaikan merangkai puzzle. Semakin pas cara pandang kita, maka semakin tepat kita meletakkan puzzle. Persoalannya adalah mencari cara pandang yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;NB : terinspirasi dr seorang sahabat yang masih membuatku penasaran untuk mengenalnya lebih dekat .....&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-110860758623278493?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110860758623278493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110860758623278493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2005/02/ungkapan-sayang.html' title='Ungkapan Sayang'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-110376764463252121</id><published>2004-12-22T17:50:00.000-08:00</published><updated>2004-12-22T18:07:24.633-08:00</updated><title type='text'>Kenangan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kenangan kadang menyakitkan, kadang membahagiakan. Beruntunglah aku karena aku tidak suka menyimpan maupun mengingat kejadian-kejadian yang menyisakan sedih dalam hatiku. Aku lebih suka mencatat  di lembar jiwaku peristiwa-peristiwa yang membuatku tersenyum, tertawa, dan terharu. Pun kejadian sekecil apapun akan kusimpan dengan rapi dan kujadikan penawar di kala hening dan sendiri. Yah, kenangan bersama teman, sahabat, dan saudara yang kubingkai dengan rasa cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pagi ini aku mengingat lagi sebuah kenangan bersama saudariku. Bukan kejadian besar memang, namun membuatku tersenyum sendiri. Dan kemudian, kurasakan aliran kebahagiaan di dalam dada. Aku memujaMu, &lt;em&gt;subhanallah&lt;/em&gt;, Maha Suci Engkau yang telah menciptakan kejadian-kejadian luar biasa dalam hidupku. Aku jadi tak merasa sendiri lagi, karena ku tahu bahwa ada orang-orang yang aku terikat pada mereka, merasakan kebersamaan dan keberadaan mereka di sisiku. Menenangkanku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku hidup bersama orang-orang yang menyisihkan sebagian waktu dan pikirannya untuk orang lain. Bahkan untuk orang yang tidak mereka kenal. Meletakkan sejenak kepentingannya lalu mengambil permasalahan dan kebutuhan orang lain untuk dipikirkan dan dipecahkan. Orang-orang hebat. Aku pernah dan masih saja berharap untuk bisa menjadi seperti mereka. Orang-orang yang tak acuh dengan perputaran jaman dan peristiwa di sekitar mereka, orang-orang yang tahu pasti seperti apa hidup ini harus dijalani, dan orang-orang yang mampu mendefinisikan dengan nyata tujuan hidupnya. Aku hidup di antara mereka, namun masih merasa asing dengan kebiasaan-kebiasaan mereka. Aku tahu bahwa aku harus belajar dan terus belajar. Kemudian menjelmakan setumpuk teori itu dalam kehidupan nyata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;***&lt;em&gt;bandung, kamis ke-53 di 2004&lt;/em&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-110376764463252121?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110376764463252121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110376764463252121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2004/12/kenangan.html' title='Kenangan'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-110368477941502577</id><published>2004-12-21T18:36:00.000-08:00</published><updated>2004-12-21T19:06:19.416-08:00</updated><title type='text'>Mother's Day</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bundaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia bukanlah malaikat yang tercipta dari cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia bukanlah bidadari yang turun dari surga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia bukanlah manusia sempurna tanpa cela&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia bukanlah pemilik segalanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi bundaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia adalah mata air di lembah jiwaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia adalah mentari di sudut nuraniku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia adalah pesona kepribadian yang kujadikan inspirasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dia memiliku, mengajariku dengan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bunda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah hakku untuk hanya mengingatmu sesekali dalam hariku?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah hakku untuk hanya berterima kasih padamu sekali dalam setahun, saat hari ibu dirayakan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mengapa aku belum juga menyadari betapa beruntungnya aku karena Allah menganugerahkanmu padaku? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dapatkah aku memberikan kasih sepanjang zaman padamu seperti yang aku dapatkan darimu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;***&lt;em&gt;bandung, in mother's day @ 2004, kala sejuta tanya di benak meminta jawaban&lt;/em&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-110368477941502577?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110368477941502577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110368477941502577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2004/12/mothers-day.html' title='Mother&apos;s Day'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7832358.post-110368049554399210</id><published>2004-12-21T17:40:00.000-08:00</published><updated>2004-12-21T17:54:55.543-08:00</updated><title type='text'>Berbagi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berbagi memang takkan pernah rugi. Pun membagi sedikit harta yang kita miliki, apalah ruginya. Mungkin itu yang ingin disampaikan oleh seorang ibu tua penjual baju yang dagangannya belum tentu laku satu sehari, namun dapat dengan mudahnya memberikan selembar dagangannya pada seorang anak kecil yang baru dikenalnya. Atau pada kisah seorang bapak tua penjual air yang dengan ringannya memindahkan setengah kaleng airnya ke tangki seorang pemuda yang meminta airnya. Atau seorang ibu penjual kue keliling yang seharian menjajakan dagangannya untuk memperoleh lembar demi lembar uang, namun dengan mudahnya memberikan selembar sepuluh ribuan kepada seorang ibu tua yang membutuhkan uang untuk membayar spp anaknya, padahal ibu penjual kue itu sendiri masih menunggak pembayaran spp putranya. Oh, apakah dunia sudah terbalik, sehingga harus si miskin yang menyantuni si fakir? Ke manakah perginya orang-orang kaya dunia? Kemanah perginya orang-orang berduit yang menghamburkan uang dengan mudahnya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fragmen demi fragmen yang muncul di tayangan televisi itu benar-benar menyentuhku. Ternyata, masih banyak orang baik, masih banyak orang jujur, dan masih banyak orang papa yang tak pernah segan untuk memberi dan berbagi. Bukankah justru harta yang dibelanjakan di jalan Allah itulah yang sebenarnya rezeki kita? Manusia-manusia mulia itu mengajarkannya padaku. Mereka yang seringkali menjadi korban kebijakan-kebijakan timpang pemerintah ternyata malah memberikan keteladanan yang luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seharusnya, para pemimpin yang menduduki kursi kekuasaan di negeri ini melihat mereka, bercerminlah pada semangat berbagi dan keberanian mereka untuk mengalahkan keinginan menjadi penguasa harta, kekuasaan, dan kedudukan. Belajarlah menjadi orang biasa. Karena bagaimanapun, kami, rakyat biasa ini ingin punya pemimpin yang mau mendengar keinginan dan harapan rakyatnya, dan tidak sok kuasa. Tidak apa-apa walau hanya bisa mendengar karena mendengar-pun butuh keberanian dan kejujuran hati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;***&lt;em&gt;bandung, rabu ke 53 at 2004&lt;/em&gt;***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7832358-110368049554399210?l=istana-langit.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110368049554399210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7832358/posts/default/110368049554399210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://istana-langit.blogspot.com/2004/12/berbagi.html' title='Berbagi'/><author><name>gita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06652775821387530484</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='16358158329639391083'/></author></entry></feed>